Beranda/Property Insurance/Business Interruption

Business Interruption Insurance

Asuransi Kehilangan Laba untuk perlindungan pendapatan selama gangguan usaha.

Kerusakan bangunan atau mesin tidak hanya menimbulkan biaya perbaikan, tetapi juga dapat menghentikan operasional usaha secara total. Dampaknya bisa berupa kehilangan omzet, gangguan arus kas, hingga kesulitan memenuhi kewajiban finansial seperti gaji karyawan dan pembayaran cicilan.

Business Interruption Insurance memberikan perlindungan terhadap kehilangan laba dan biaya operasional tetap selama periode pemulihan akibat risiko yang dijamin polis properti. Asuransi ini membantu bisnis tetap bertahan hingga operasional kembali normal.

Apa itu Business Interruption Insurance?

Business Interruption Insurance (BI) atau Asuransi Gangguan Usaha adalah polis yang memberikan ganti rugi atas kehilangan pendapatan akibat gangguan operasional bisnis. Trigger klaim adalah kerusakan fisik pada properti yang dijamin oleh polis utama seperti Property All Risk atau Industrial All Risk.

Asuransi ini sangat penting karena meskipun biaya perbaikan bangunan atau mesin dapat diganti oleh polis properti, kerugian pendapatan selama periode pemulihan tidak akan diganti tanpa BI Insurance. Banyak bisnis yang mampu memperbaiki fasilitas fisik, namun gagal bertahan karena kehilangan pendapatan terlalu lama.

Manfaat Perlindungan

📉

Kehilangan Laba Kotor

Ganti rugi pendapatan yang hilang selama periode gangguan usaha

📋

Biaya Tetap

Gaji karyawan, sewa gedung, cicilan yang tetap berjalan

Biaya Pemulihan

Increased cost of working untuk mempercepat operasional

📅

Periode Indemnity

Perlindungan berlaku hingga usaha kembali normal

Detail Cakupan

Kehilangan Laba Kotor (Gross Profit)

Ganti rugi atas pendapatan yang seharusnya diterima jika tidak terjadi gangguan usaha. Dihitung berdasarkan proyeksi penjualan dikurangi biaya variabel.

Biaya Tetap (Standing Charges)

Biaya yang tetap harus dibayar meskipun usaha tidak beroperasi, seperti gaji karyawan, sewa gedung, asuransi, dan cicilan pinjaman.

Increased Cost of Working

Biaya tambahan yang dikeluarkan untuk mempercepat pemulihan operasional, seperti sewa lokasi sementara, rental peralatan pengganti, atau lembur karyawan.

Claims Preparation Cost

Biaya profesional seperti akuntan publik untuk menyiapkan dan memverifikasi klaim Business Interruption.

Kombinasi dengan Polis Lain

Business Interruption umumnya menjadi perluasan dari polis properti utama. Polis ini tidak berdiri sendiri karena trigger-nya adalah kerusakan fisik pada properti:

Mengapa Business Interruption Penting?

Banyak bisnis mampu memperbaiki bangunan atau mesin yang rusak, tetapi tidak mampu menanggung kehilangan pendapatan selama berbulan-bulan pemulihan. Statistik menunjukkan bahwa sejumlah besar bisnis yang mengalami bencana besar tidak pernah pulih, bukan karena biaya perbaikan, tetapi karena kerugian pendapatan yang tidak dapat ditanggung.

40%

Bisnis tidak pulih setelah bencana besar

6-12 bln

Rata-rata waktu pemulihan operasional

75%

Bisnis tanpa BI gagal dalam 3 tahun

Pertanyaan Umum

Apa itu Business Interruption Insurance?
Business Interruption Insurance adalah perlindungan terhadap kehilangan laba dan biaya tetap operasional akibat gangguan usaha karena kerusakan properti yang dijamin polis. Asuransi ini mengganti kerugian pendapatan yang tidak diterima selama periode pemulihan usaha setelah terjadi kerusakan akibat risiko pertanggungan seperti kebakaran, gempa bumi, atau banjir.
Apa saja yang dijamin oleh Business Interruption Insurance?
Polis dapat menjamin kehilangan laba kotor (gross profit), biaya tetap seperti gaji karyawan, sewa gedung, dan cicilan, biaya tambahan untuk mempercepat pemulihan operasional (increased cost of working), serta biaya profesional seperti akuntan untuk menghitung klaim. Cakupan berlaku selama periode indemnity hingga usaha kembali normal.
Apakah Business Interruption dapat berdiri sendiri?
Umumnya Business Interruption merupakan perluasan dari polis Property All Risk, Industrial All Risk, atau Machinery Breakdown. Polis ini tidak berdiri sendiri karena trigger-nya adalah kerusakan fisik pada properti yang dijamin oleh polis utama. Namun, ada juga varian standalone untuk kebutuhan khusus.
Bagaimana cara menghitung nilai pertanggungan Business Interruption?
Nilai pertanggungan dihitung berdasarkan proyeksi pendapatan dan biaya selama periode indemnity (biasanya 12 bulan). Faktor yang dipertimbangkan meliputi laba kotor tahun sebelumnya, tren pertumbuhan usaha, biaya tetap yang tetap berjalan, dan periode pemulihan yang diperlukan. Konsultasi dengan broker asuransi dan akuntan sangat dianjurkan.
Berapa lama periode indemnity yang ideal?
Periode indemnity idealnya mencerminkan waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan operasional penuh setelah kerusakan. Untuk bisnis umum, periode 12 bulan adalah standar. Namun untuk industri yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama (seperti pabrik dengan mesin khusus), periode 18-24 bulan mungkin lebih tepat. Pertimbangkan juga waktu rekonstruksi bangunan dan pengurusan perizinan.

Halaman Terkait

Butuh Business Interruption?

Kami membantu menghitung nilai pertanggungan yang tepat berdasarkan laporan keuangan dan proyeksi usaha Anda.

WhatsApp: 0813-1556-592

Rio Mardiansyah - Insurance Broker